Banyak kekecewaan atas sikap, perilaku, dan juga reaksi. Lantas bolehkah kalau aku juga berlaku demikian? Berat yaa jadi orang baik, kita harus berpura-pura nothing happened ketika sebetulnya banyak luka yang kita rasakan. Pantas saja pahala yang Allah janjikan itu tak terbatas, untuk mereka yang mau bersabar. Gesekan-gesekan itu semakin nyata. Bahkan terhadap hal yang terlihat sepele. Sesederhana bersyukur dan senang atas kehadiran, sesederhana menunjukkan rasa senang atas sebuah pemberian. Bukankah hal tsb mudah dilakukan? Aneh, kok malah saya yang jadi berpikir, ini kebaikan saya kurang kah? Ya Allah… perihal memaafkan mungkin sulit, tapi semoga segala harap dan doa-doa baikku untuknya masih Kau dengar. Doa baik itu akan terus aku langitkan, bahkan lebih banyak dari sebelum-sebelumnya. Dan untuk hatiku, semoga kian lapang meski selalu teriris Kita hapus lagi lukanya perlahan, meski akan perih Tak apa, bukankah Allah yang akan balas kebaikan? Kehangatanku bisa mendingin Kelembutanku...
Tulisan Yaya
Bismillah, moga bermanfaat.