Sebelum masuk bulan ini sudah di titik yang gabisa nangis karena saking banyaknya hal yang dipikirin. Bukan karena masalah pribadi, lebih ke masalah orang sekitar yang mau gamau aku juga terkena dampaknya. Bukan main lagi, karena sudah mengganggu aktivitas keseharianku. Awalnya ga pengen dipikirin banget-banget karena sudah terlalu lelah dengan ina itunya, tapi......
"Mba, sekelompok sama siapa to?" lontaran pertanyaan sederhana (basa-basi juga) yang seharusnya bisa kujawab dengan lugas tanpa perlu pikir panjang karena ya memang sedang menjalaninya.
Namun, justru pertanyaan itu yang menjadi sinyal bahwa aku memang sedang ga baik-baik saja. Kenapa? Karena aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Aku berpikir keras saat itu, tapi tetap tidak bisa menjawab siapa saja anggota kelompokku. Mukaku memerah, kata teman sebelahku. Temanku menoleh ke arahku karena ia juga bingung kenapa aku diam saja. Kemudian dengan tawa yang renyah, ia membantuku menjawab pertanyaan tersebut. Hfttt... rasanya lega sekali, setelah beberapa saat otakku dipaksa untuk memikirkan jawabannya. Subhanallah.
Iya, aku memang sedang ga baik-baik saja. Tapi alhamdulillah, masih Allah beri nikmat sehat, nikmat iman, nikmat memiliki teman dan lingkungan yang baik, rasa aman, dll. Alhamdulillah 'ala kulli haal.
Malamnya aku sempat nulis juga di sini, saking udah mentok banget. Setelah dituangkan dalam kata-kata alhamdulillah sedikit lega. Benar kata orang, writing for healing (setelah taufik dari Allah).
Kalau sedang down seperti ini, biasanya nyetel playlist ini, sambil merenung. Pun seperti yang kutuliskan di postingan Instagram, mengingat-ingat pujian orang terhadapku sungguh sangat menghidupkan kembali jiwaku yang sempat redup dan merasa ga berharga, astaghfirullah...
Ketika menulis ini hatiku sudah agak tenang biidznillah, walaupun ada ujian lain yang baru saja kuhadapi. Semoga Allah mudahkan.
Komentar
Posting Komentar